Humas IAIN Parepare - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Stadium General (Kuliah Umum) dengan menghadirkan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., pada Rabu (29/04/2026). Bertempat di Ballroom Laboratorium Terpadu, kehadiran Sekjen disambut hangat oleh Rektor IAIN Parepare, Prof. Dr. Hannani, M.Ag., beserta jajaran pimpinan dan seluruh civitas academica. Momentum ini dinilai sangat strategis bagi IAIN Parepare yang tengah bertransformasi menuju National Excellence University pada periode 2025-2029 dengan visi daya saing global.
Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani, dalam sambutannya memaparkan perkembangan signifikan kampus yang kini membina sekitar 7.000 mahasiswa serta diperkuat oleh 15 Guru Besar. Rektor menekankan kesiapan dosen muda dan mahasiswa dalam penguasaan bahasa internasional serta implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE) adalah kunci menghadapi tantangan global. "Terima kasih atas kehadiran Pak Sekjen untuk memberikan inspirasi dan nasihat. Sesuai Renstra, kita targetkan menjadi National Excellence University . Ini tantangan besar, prestasi akademik dosen dan mahasiswa harus terus ditingkatkan," ujar Prof. Hannani.
Memasuki sesi utama, Prof. Kamaruddin Amin menyampaikan materi bertajuk "PTKIN Berdampak: Akselerasi Mutu dan Relevansi Global Menuju Indonesia Emas 2045". Ia secara lugas mengajak seluruh entitas pendidikan untuk mengevaluasi etos kerja dan meningkatkan produktivitas karya orisinal. "Kenapa kita sebagai entitas yang bekerja di dunia pendidikan tidak sekeras itu bekerja? Jika kita sekeras itu, saya yakin hasilnya pasti besar. Mari mengaktifkan diri melakukan yang terbaik, karena kualitas kita ditentukan oleh kualitas dampak yang kita berikan," tegasnya.
Lebih lanjut, Sekjen berpesan agar dosen PTKIN memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan tidak merasa minder dibandingkan dengan dosen perguruan tinggi umum. Menurutnya, masyarakat Indonesia yang religius memberikan ruang aktualisasi ilmu agama yang sangat luas, namun seringkali potensi tersebut belum dikapitalisasi secara maksimal. "Dosen PTKIN tidak boleh merasa minder, harus merasa sejajar. Kelemahan kita adalah kurang dalam kapitalisasi potensi. Kita harus menunjukkan kualitas melalui komitmen untuk terus melakukan yang terbaik," tambahnya.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Sekjen memberikan motivasi mendalam mengenai pentingnya memanfaatkan waktu selama di bangku kuliah. Ia menyebut masa mahasiswa sebagai periode emas yang akan menentukan posisi mereka di masa depan. "Masa depan Anda hari ini adalah waktu yang sangat mewah yang Anda miliki. Jangan sampai Anda menyesal 10 tahun yang akan datang karena tidak maksimal saat kuliah. Kampus ini akan menuntun Anda menjemput masa depan," pesan Prof. Kamaruddin Amin dengan penuh semangat.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan besar agar IAIN Parepare terus melakukan akselerasi mutu dan peningkatan sarana prasarana, termasuk melalui skema SBSN. Dengan penguatan riset dan kurikulum yang relevan, IAIN Parepare optimis dapat mencetak lulusan yang menguasai keterampilan abad ke-21. Sinergi antara kebijakan pusat dan kerja keras di tingkat institusi diharapkan mampu menjadikan PTKIN sebagai motor penggerak utama dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.
Penulis : Irmawati
Editor : Hayana