Skip ke Konten

Buku Teladan Sang Menteri Diluncurkan, Rektor Sebut Gagasan Pelayan Umat Visioner

7 April 2026 oleh
Humas IAIN Parepare

Humas IAIN Parepare --- Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar menyerukan pentingnya Gerakan Nasional “Teladan Pelayan Umat” saat peluncuran buku Teladan Sang Menteri yang digelar oleh Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal di Masjid Istiqlal, Senin (6/4/2026).

Peluncuran buku tersebut ditandai dengan penandatanganan mockup sampul serta penyerahan buku secara simbolis oleh Menteri Agama. Dalam kesempatan itu, Nasaruddin Umar juga memaparkan perjalanan intelektual dan spiritualnya, termasuk kebiasaan membaca, menulis, serta refleksi yang dijalaninya secara konsisten.

Ia menegaskan bahwa proses pembelajaran dari tradisi pesantren dan kajian tasawuf telah membentuk cara pandangnya dalam memahami ilmu dan kehidupan secara utuh. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi fondasi kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan umat.

“Kementerian Agama berkomitmen menghadirkan Gerakan Nasional Teladan Pelayan Umat sebagai arah baru birokrasi yang melayani. Komitmen ini harus dijalankan secara menyeluruh, mulai dari pusat hingga daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, gerakan tersebut berlandaskan nilai integritas, empati, profesionalitas, dan inklusivitas. “Seluruh struktur Kementerian Agama harus menjadi Teladan Pelayan Umat bagi seluruh lapisan masyarakat. Inilah wajah pelayanan keagamaan yang kita bangun—meneduhkan, mempersatukan, dan melayani,” lanjutnya.


Buku Teladan Sang Menteri ditulis oleh tim akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang dipimpin Mujiburrahman bersama Reza Idria, Kamaruzzaman, Rahmad Syah Putra, Muhajir Al Fairusy, dan Arkin. Karya ini mengangkat sosok Nasaruddin Umar sebagai ulama, akademisi, dan negarawan melalui pendekatan biografis reflektif.

Selain menelusuri perjalanan hidupnya sejak masa kecil di Bone, Sulawesi Selatan, buku ini juga mengulas gagasan penting seperti moderasi beragama, pendekatan teo-sofi dalam memahami Al-Qur’an, serta konsep eko-teologi yang mengaitkan tauhid dengan tanggung jawab ekologis. Di bidang pendidikan, buku ini memperkenalkan konsep “kurikulum cinta” yang menempatkan nilai kasih sayang sebagai fondasi utama dalam membangun relasi sosial dan pembelajaran yang humanis.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Nurhayati, Ismail Cawidu, Dwi Larso, Kamaruddin Amin, serta Abu Rokhmad. Hadir pula para rektor PTKIN dari seluruh Indonesia. Sementara itu, Yusny Saby dan Farid F Saenong tampil sebagai narasumber yang memperkaya diskusi dengan perspektif akademik dan kebijakan.

Rektor IAIN Parepare menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran buku tersebut sekaligus gagasan besar yang diusung Menteri Agama. Menurutnya, sosok Nasaruddin Umar merupakan representasi ulama-intelektual yang mampu menjembatani nilai-nilai keislaman dengan kebutuhan zaman.

“Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar adalah figur teladan yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga konsisten dalam praksis sosial. Gagasan ‘Teladan Pelayan Umat’ menjadi energi baru dalam membangun birokrasi yang humanis dan berorientasi pelayanan,” ujarnya.

Ia menilai, perjalanan intelektual Nasaruddin Umar yang berakar pada tradisi pesantren, namun terbuka pada pendekatan akademik modern, menjadi inspirasi penting bagi perguruan tinggi keagamaan Islam.

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa konsep moderasi beragama dan eko-teologi yang diusung Nasaruddin Umar sangat relevan dengan tantangan global saat ini, termasuk isu keberagaman dan krisis lingkungan.

“Pemikiran beliau tentang moderasi beragama dan kurikulum cinta sangat strategis untuk diinternalisasikan dalam sistem pendidikan tinggi. Ini sejalan dengan upaya kita membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati sosial dan kepedulian ekologis,” tambahnya.

Rektor juga berharap, gerakan nasional “Teladan Pelayan Umat” dapat menjadi spirit kolektif bagi seluruh sivitas akademika, khususnya di IAIN Parepare, dalam menghadirkan layanan pendidikan dan keagamaan yang inklusif, profesional, dan berkeadaban.



Editor : Suherman

di dalam Berita
IAIN Parepare Deklarasikan Manajemen Anti Gratifikasi, Perkuat Komitmen Zona Integritas