Skip ke Konten

Dukung Ketegasan Menag, Rektor IAIN Parepare Tolak Keras Kekerasan Seksual dan Hoaks

7 Mei 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengeluarkan pernyataan tegas bahwa Kementerian Agama tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk kekerasan seksual, pelecehan, maupun penyimpangan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Pernyataan ini disampaikan di tengah maraknya serangan hoaks dan disinformasi personal yang ditujukan kepadanya.

Menag menekankan bahwa setiap lembaga pendidikan keagamaan harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan bermartabat. "Lembaga pendidikan agama harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk belajar dan bertumbuh," jelas Menag, seraya menambahkan bahwa pengawasan dan pembinaan di lingkungan pendidikan akan terus diperkuat melalui mekanisme regulasi yang ketat.

Selain itu, Menag juga memperingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi palsu. Ia mengajak publik untuk membudayakan kebiasaan "saring sebelum sharing" demi memutus rantai hoaks yang dapat memecah belah.

Menyikapi arahan tersebut, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Hannani, menyatakan dukungannya terhadap langkah dan ketegasan Menteri Agama. Menurutnya, komitmen Kemenag ini merupakan pesan moral yang fundamental bagi seluruh lembaga pendidikan tinggi agar memperkuat sistem perlindungan di dalam kampus.

“Kami di IAIN Parepare mendukung penuh langkah Menteri Agama dalam menciptakan ruang pendidikan yang aman, bermartabat, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Pendidikan tidak boleh hanya melahirkan insan cerdas, tetapi juga harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, etika, dan penghormatan terhadap martabat setiap individu,” tegas Hannani.

Lebih lanjut, Rektor juga menyoroti pentingnya melawan penyebaran hoaks di era digital. Ia mengajak seluruh sivitas akademika IAIN Parepare untuk mengambil peran sebagai pelopor literasi digital yang sehat.

“Di era digital, tanggung jawab moral dalam bermedia sosial menjadi sangat penting. Kampus harus hadir sebagai pusat edukasi, termasuk dalam membangun budaya kritis terhadap hoaks dan disinformasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi yang belum terverifikasi,” tutup Hannani.

di dalam Berita
Pascasarjana IAIN Parepare Gelar PMB, Prodi S3 Perdana Disambut Antusias