Humas IAIN Parepare - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare sukses menggelar pengukuhan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Kemenag Batch 4 Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium IAIN Parepare pada, Sabtu (18/04/2026) ini mengukuhkan 498 guru profesional yang berasal dari berbagai wilayah. Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani, menyebut momentum ini sebagai garis awal dari sebuah dedikasi hakiki, bukan sekadar garis akhir administratif berupa lembar sertifikat.
Pelaksanaan pengukuhan dilakukan secara hybrid, sebanyak 209 peserta hadir secara langsung di Auditorium IAIN Parepare, sementara 289 peserta lainnya mengikuti prosesi secara khidmat melalui ruang virtual. Meskipun terpisah secara jarak, seluruh peserta resmi menyandang gelar guru profesional (Gr.) setelah melewati rangkaian panjang pendidikan di LPTK IAIN Parepare.
Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi mendalam atas dedikasi para guru yang resmi dikukuhkan. Dalam arahannya yang bertajuk "Cahaya Peradaban: Mengemban Amanah, Menebar Inspirasi", Prof. Hannani menekankan bahwa tema tersebut merupakan harapan besar bagi para alumni PPG tahun ini. Rektor IAIN Parepare menjelaskan bahwa guru memiliki dimensi spiritual sebagai pewaris para nabi (warasatul anbiya) yang melanjutkan tugas suci menebar ilmu.
Menurutnya, profesi ini melampaui ruang kelas karena seluruh penghuni langit dan bumi turut mendoakan keberkahan bagi guru yang mengajarkan kebaikan.
Prof. Hannani juga memaparkan empat pilar epistemologi pendidik klasik sebagai kompas moral guru profesional. Pilar tersebut mencakup niat dan hati yang ikhlas sesuai ajaran Imam Al-Ghazali, menjaga kehormatan diri (marwah) sebagaimana pesan KH. Hasyim Asy’ari, menerapkan pendekatan kasih sayang anti-kekerasan ala Ibnu Khaldun, serta menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan tanpa diskriminasi seperti yang diajarkan Ibnu Sahnun.
"Tugas guru adalah memberikan penjelasan dengan penuh kasih sayang, bukan kebencian atau perundungan," tegas Prof. Hannani. Ia mengingatkan bahwa guru tidak perlu stres menghadapi murid yang lambat dalam mencerna pelajaran, karena otoritas memberikan pemahaman sepenuhnya berada di tangan Allah Swt. Hal terpenting adalah guru mampu menjadi teladan nyata yang gerak-gerik dan kata-katanya layak ditiru oleh peserta didik.
Lebih lanjut, Rektor mendorong para alumni untuk menguasai kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Prof Hannani berharap para guru tidak terpaku pada metode mengajar yang monoton dan mulai beradaptasi dengan teknologi digital sebagai alat pendukung pendidikan. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat, ruh utama pendidikan tetaplah terletak pada hati dan pembentukan karakter atau akhlak untuk membangun arsitektur jiwa generasi bangsa.
Sebagai penutup, Prof. Hannani berpesan agar para guru terus menebar manfaat, karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. "Selamat mengabdi, jadilah pendidik yang kehadirannya senantiasa dirindukan dan kata-katanya menjadi lentera inspirasi yang tak pernah padam," pungkasnya.
Penulis : Irmawati
Editor: Mifda Hilmiyah