Humas IAIN Parepare- Nur Indah Ansar, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Parepare, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026. Prestasi ini sangat prestisius mengingat Indah harus bersaing dengan puluhan ribu pendaftar dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Dari persaingan ketat tersebut, ia terpilih menjadi bagian dari 2.000 mahasiswa yang akan menjadi representatif resmi Google di kampus selama satu semester ke depan.
Perasaan haru dan bangga menyelimuti Nur Indah saat menerima email pengumuman resmi dari Google pada awal April ini. Ia mengaku sempat tidak percaya saat melihat namanya tercantum sebagai bagian dari komunitas global besutan raksasa teknologi tersebut. “Perasaan saya campur aduk antara kaget dan sangat bersyukur. Melihat nama sendiri lolos adalah tanggung jawab besar sekaligus kebanggaan bagi saya untuk membawa nama IAIN Parepare di bidang teknologi," ungkap mahasiswi PAI tersebut dengan antusias. Baginya, capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa dari kampus daerah memiliki daya saing yang setara dengan kampus-kampus besar lainnya.
Sebagai langkah awal, Indah dijadwalkan mengikuti sesi Orientation dan Training wajib secara daring pada, Selasa (07/04/2026). Pelatihan ini akan menjadi bekal utama bagi Indah dalam menjalankan peran sebagai jembatan teknologi di lingkup fakultas dan institut. Selama periode April hingga Juli, ia akan bertugas menyosialisasikan berbagai program pelatihan dan fitur terbaru Google, mulai dari diskusi skala kecil hingga penyelenggaraan workshop atau event berskala besar di kampus.
Fokus utama Indah dalam masa jabatannya adalah mengedukasi rekan sejawat mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). "Saya berencana mengenalkan Google AI seperti Gemini dan Notebook LM. Mayoritas mahasiswa mungkin sudah pakai Gemini, tapi masih sebatas tanya jawab simpel. Padahal banyak tools yang bisa dimaksimalkan agar tugas kuliah lebih praktis," jelasnya. Ia ingin memastikan mahasiswa IAIN Parepare tidak lagi bingung mencari info pelatihan gratis atau sertifikasi resmi karena ia siap menjadi pusat informasi dan diskusi.
Persiapan matang telah dilakukan Indah sebelum meraih posisi ini, mulai dari memperdalam ekosistem Google hingga mengasah portofolio konten kreatif. Secara pribadi, Indah yang mengaku memiliki kepribadian introvert merasa tertantang untuk keluar dari zona nyaman. Ia menargetkan peningkatan rasa percaya diri dalam berbicara di depan umum serta memperluas jejaring profesional di industri teknologi internasional. Harapannya, keberadaan GSA dapat mempermudah akses mahasiswa ke fasilitas digital yang selama ini mungkin belum diketahui.
Indah mengajak seluruh mahasiswa IAIN Parepare untuk membuang jauh rasa minder, walau latar belakang mereka adalah studi keagamaan. Baginya, teknologi adalah milik semua orang. "Dunia digital itu luas, yang penting adalah kemauan untuk terus belajar dan berani mencoba peluang yang ada. Selagi kita masih muda, baiknya kita challenge diri kita untuk mencoba hal-hal baru agar mendapatkan pengalaman yang lebih banyak," tambahnya. Semangat transformasi digital inilah yang ingin ia tularkan kepada seluruh civitas academica IAIN Parepare melalui perannya sebagai duta Google.
Menanggapi prestasi ini, Ketua Prodi PAI IAIN Parepare, Rustan Efendy, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis yang akan diambil oleh mahasiswinya. "Tentu kami sangat bangga dan akan memberikan dukungan penuh kegiatan yang dilaksanakan. Kami juga akan membantu publikasi melalui kanal resmi kampus agar manfaat dari program Google ini menjangkau lebih banyak mahasiswa dan juga terus melakukan bimbingan," tutup
Rustan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi internasional tersebut.
Penulis: Irmawati
Editor: Mifda Hilmiyah