Skip ke Konten

Mengenal Jurnalistik Islam, Prodi yang Siapkan Lulusannya Tembus Industri Media Digital

23 Februari 2026 oleh
Humas IAIN Parepare

Humas IAIN Parepare --- Industri media digital terus berkembang pesat dan membuka peluang karier yang luas bagi generasi muda kreatif. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi (prodi)Jurnalistik Islam (JI) IAIN Parepare hadir sebagai prodi strategis yang menyiapkan lulusannya untuk tembus dan bersaing di industri media digital.

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaring talenta, berbakat, kreatif dan unggul, Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IAIN Parepare membuka berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru, yaitu jalur nasional SPAN–UM PTKIN serta Jalur Mandiri Prestasi tanpa tes untuk Tahun Akademik 2026. Skema ini menjadi peluang emas bagi siswa berprestasi yang ingin mengembangkan karier di dunia media modern.



Ketua Program Studi Jurnalistik Islam, Nahrul Hayat, M. Kom. I., menjelaskan bahwa melalui jalur tersebut, prodi yang dipimpinnya akan memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa  berbakat dan berprestasi di bidang conten kreator, desain grafis, foto dan videografi, olahraga dan seni serta akademik untuk mendaftar pada prodi JI melalui jalur SPAN dan Jalur Mandiri tanpa tes.

"Kedua jalur ini dibuka untuk calon mahasiswa tanpa tes dan akan kami memfasilitasi bantuan beasiswa, seperti KIP Kuliah, Baznas, bantuan pendidikan Pemda sesuai ketentuan, khususnya bagi calon mahasiswa yang mendaftar di prodi JI," ungkap Nahrul Hayat, Senin (23/2/2026).

“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang untuk meraih pendidikan berkualitas. Talenta muda harus diberi akses seluas-luasnya. Kami siap bantu mereka” lanjutnyanya penuh komitmen.

Foto : Ketua Program Studi JI, Dekan FUAD, Dr. A. Nurkidam foto bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah, RI, Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta.


Menurut Nahrul, industri media digital saat ini membutuhkan generasi yang kreatif, adaptif, serta memiliki portofolio sejak dini. Karena itu, Jalur Mandiri Prestasi tanpa tes dibuka untuk memberi ruang bagi siswa yang telah menunjukkan minat, bakat dan kapasitasnya, baik di bidang media dan konten digital, seni, olahraga, maupun agama (tahfidz).

“Ini bukan sekadar kuliah jurnalistik. Ini adalah proses membentuk generasi penggerak informasi yang mencerahkan dan berdaya saing di industri media digital,” tegasnya.

Prodi Jurnalistik Islam merancang kurikulum yang responsif terhadap dinamika media modern. Mahasiswa dibekali kompetensi produksi konten multiplatform, mulai dari penulisan berita online, fotografi jurnalistik, videografi, podcast, hingga mobile journalism (MoJo).

Model pembelajaran berbasis praktik menjadi kekuatan utama prodi ini. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga langsung memproduksi karya dan membangun portofolio digital sejak semester awal.

“Kami membangun sistem pembelajaran berbasis praktik. Target kami, sebelum lulus mahasiswa sudah siap masuk newsroom atau bahkan membangun media digital sendiri,” jelas Nahrul.

Didukung laboratorium media digital, fasilitas kampus yang representatif, serta program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata yang mendekati standar industri.

"Kami memiliki laboratorium media yang lengkap. Dirancang menyerupai ekosistem industri media modern, dilengkapi perangkat produksi video dan fotografi profesional seperti kamera DSLR dan video broadcast, lighting kit, tripod, gimbal, hingga drone untuk kebutuhan visual kreatif". 

Fasilitas ini, lanjutnya, juga didukung studio podcast, microphone condenser, mixer audio, serta perangkat rekaman berkualitas. Di ruang editing, mahasiswa menggunakan komputer berspesifikasi tinggi dengan software pengolah video, desain grafis, dan tata letak berita, terhubung dengan sistem Content Management System (CMS) serta akses internet berkecepatan tinggi. 

"Selain itu, tersedia perangkat mobile journalism (MoJo) untuk produksi konten berbasis smartphone, teleprompter, serta ruang simulasi newsroom yang memungkinkan mahasiswa berlatih manajemen redaksi secara profesional. Seluruh fasilitas tersebut menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik yang menyiapkan mahasiswa siap bersaing dan tembus industri media digital sejak masih di bangku kuliah," paparnya.

Perkembangan ekonomi digital membuka peluang karier yang semakin variatif bagi lulusan Jurnalistik Islam. Selain menjadi reporter dan editor, alumni juga berpeluang berkarier sebagai content creator profesional, social media specialist, video journalist, humas, media strategist, hingga wirausaha media digital.

“Kebutuhan industri terhadap talenta komunikasi digital terus meningkat. Karena itu, kami siapkan mahasiswa dengan skill teknis yang kuat sekaligus etika jurnalistik berbasis nilai-nilai Islam. Integritas menjadi fondasi utama,” tegasnya.

 



Editor : Suherman

di dalam Berita
Ramadan: Madrasah Rohani Pembentuk Karakter Islami yang Tangguh
oleh Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag. Dosen IAIN Parepare