Skip ke Konten

Mengenal Program Studi Manajemen Dakwah, Prospek Kerja dan Gajinya

16 Februari 2026 oleh
Humas IAIN Parepare

Humas IAIN Parepare --- Program Studi (Prodi) Manajemen Dakwah menjadi salah satu pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin memadukan kompetensi keislaman dengan kemampuan manajerial modern. Prodi ini tidak hanya membekali mahasiswa dengan pemahaman dakwah secara substantif, tetapi juga keterampilan mengelola lembaga, program, dan sumber daya umat secara profesional.

Ketua Tim Humas IAIN Parepare, Dr. Suherman, M.M., menjelaskan bahwa Prodi Manajemen Dakwah dirancang untuk menjawab kebutuhan zaman, khususnya dalam pengelolaan lembaga keagamaan yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.

“Mahasiswa tidak hanya belajar tentang konsep dakwah, tetapi juga manajemen organisasi, kepemimpinan, komunikasi publik, hingga pengelolaan media digital. Ini penting karena dakwah hari ini membutuhkan tata kelola yang profesional dan adaptif,” ujarnya saat ditemui tim pengelola www.iainpare.ac.id, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, lulusan Prodi Manajemen Dakwah memiliki spektrum karier yang luas. Mereka dapat berkiprah sebagai pengelola lembaga zakat, staf organisasi keagamaan, pengelola biro haji dan umrah, penyuluh agama, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah. Selain itu, peluang menjadi jurnalis media Islami, pengelola konten dakwah digital, maupun wirausaha, bisnis dan industri juga terbuka lebar.

Dr. Suherman menambahkan, di tengah berkembangnya ekonomi syariah dan transformasi digital, lulusan Manajemen Dakwah memiliki keunggulan karena memahami aspek manajerial sekaligus nilai-nilai keislaman. “Ini kombinasi yang sangat dibutuhkan, terutama dalam pengelolaan dana sosial keagamaan dan lembaga filantropi Islam,” jelasnya.

Foto : Ketua Program Studi Majemen Dakwah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Parepare, Dr. Muh. Taufiq Syam, M. Si.


Sementara itu, Ketua Prodi Manajemen Dakwah IAIN Parepare, Dr. Muhammad Taufik Syam, M. Si., menegaskan bahwa kurikulum prodi terus diperbarui agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan profesionalisme.

Ia menjelaskan, mahasiswa dibekali dengan mata kuliah seperti Dakwah dan Multikultural, Etika dan Estetika Dakwah, Fiqih Dakwah, Komunikasi Islam, Komunikasi Organisasi, Literasi Dakwah, Manajemen Dakwah, Manajemen Penyiaran Islam, Media Dakwah dan Kontemporer, Media Dakwah Digital, Metode Dakwah, Psikologi Dakwah, Public Relation, Retorika dan Public Speaking, serta Aplikasi dan Sistem Informasi Manajemen Dakwah.

Menurut dosen yang baru saja menerima kenaikan pangkat sebagai Lektor Kepala tersebut, struktur kurikulum Prodi Manajemen Dakwah mengacu pada paradigma ilmu modern, yakni paradigma integrasi ilmu yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum dalam satu kesatuan yang utuh. Dengan pendekatan ini, rancangan kurikulum dirancang untuk membentuk kompetensi komunikasi, manajerial, digital, serta kepemimpinan mahasiswa agar siap terjun langsung ke dunia kerja dengan landasan keagamaan yang kuat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, prodi juga memperkuat orientasi profesional melalui mata kuliah berbasis kebutuhan industri dan kelembagaan, seperti Manajemen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Regulasi dan Kebijakan Perhajian, Manajemen Travel Haji dan Umrah (PIHK/PPIU), Pelayanan Prima Jamaah, Good Governance Lembaga Keagamaan, Manajemen Fundraising dan Filantropi Islam, Leadership dan Manajemen Strategis Lembaga Dakwah, serta Digital Branding dan Content Creation Dakwah.

“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya siap menjadi pekerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Jiwa entrepreneurship berbasis nilai-nilai Islam menjadi salah satu fokus penguatan kami,” tambahnya.

Keunggulan lainnya, seluruh dosen pengajar Prodi Manajemen Dakwah berkualifikasi Doktor (S3) dari perguruan tinggi terkemuka, sehingga proses pembelajaran berbasis riset, pengalaman akademik yang kuat, dan jejaring nasional yang luas. Hal ini menjadi jaminan mutu akademik sekaligus penguatan kompetensi profesional mahasiswa.

Terkait prospek penghasilan, lulusan Manajemen Dakwah memiliki kisaran gaji yang bervariasi tergantung bidang dan pengalaman kerja. Untuk level awal, staf lembaga keagamaan atau pengelola zakat umumnya memperoleh penghasilan sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Di sektor keuangan syariah, media, atau travel haji–umrah, kisaran gaji dapat mencapai Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan. Sementara bagi yang berstatus Aparatur sipil negara (ASN), gaji mengikuti ketentuan pemerintah ditambah tunjangan kinerja.

“Yang paling penting bukan hanya angka awalnya, tetapi peluang pengembangan karier jangka panjang. Modal kompetensi manajerial yang kuat, kemampuan komunikasi publik, serta literasi digital yang baik, lulusan Manajemen Dakwah memiliki ruang karier yang terus berkembang,” pungkas Dr. Muhammad Taufik Syam.



Kontributor : Tasrif

Editor : Suherman

di dalam Berita
Hisab dan Rukyat dalam Penentuan Awal Ramadan, Dr. Budiman: Dasar Fikihnya Sama-Sama Kuat