
Sesi ini Yusuf kemudian beralih ke bagian Structure, di mana ia memaparkan strategi unik. "Soal TOEFL yang kedua, yaitu Structure, Kalian yang terbiasa mencari kesalahan, pasti bisa menjawab soal,” ungkapnya. Ia merujuk pada karakter soal yang meminta peserta mencari jawaban yang salah dari pilihan bergaris bawah (A, B, C, D), dan kesalahan itulah yang justru menjadi jawaban yang benar.
Mengenai bagian Reading, Yusuf mengakui tantangannya, panjangnya bacaan, sulitnya kosakata, dan kesulitan menemukan main idea. Ia menawarkan solusi revolusioner, tidak perlu membaca seluruh teks. "Ketika mencari main idea, tidak perlu membaca semua teks, cukup awal kalimat saja di masing-masing paragraf itu," ungkapnya. Trik ini, meskipun membutuhkan skill dan pembiasaan, memungkinkan peserta menghemat waktu secara signifikan tanpa mengurangi akurasi jawaban.
Sementara itu, Kalsum sebagai pembanding memberikan ulasan yang sangat positif, menyoroti keunggulan buku ini. "Sistematikanya terstruktur sekali. Jadi apa yang disampaikan mulai dari pengetahuannya, kemudian penjelasannya, kemudian trik dan tips itu disusun sangat sesuai dengan level pengetahuan kita sebagai pemula," puji Kalsum. Ia meyakini buku ini cukup untuk membantu mahasiswa mencapai nilai minimal kelulusan S1 di IAIN Parepare (sekitar 375-400).
Meskipun memuji, Kalsum juga memberikan saran konstruktif untuk edisi berikutnya. Ia berharap akan ada pengembangan untuk level Intermediate dan Advanced, serta penambahan materi mengenai tes berbasis internet (IBT). "Kenapa IBT? Kita itu juga butuh tahu bedanya IBT dengan tes-tes yang ada yang paper based itu apa," jelasnya.
Sesi diskusi ditutup dengan antusiasme yang tinggi, di mana para peserta bersemangat mengajukan pertanyaan terkait trik-trik praktis dalam buku. Sebagai bentuk apresiasi, Muhammad Yusuf mengumumkan bahwa setiap orang yang bertanya di sesi tanya jawab, mendapatkan satu buah buku karyanya secara gratis yang semakin memacu partisipasi aktif. dengan penyerahan sertifikat dari pihak Perpustakaan kepada penulis, pembanding dan juga moderator disertai foto bersama sebagai tanda berakhirnya acara. (Irm/mif)