Skip ke Konten

Merajut Keberagaman: Persiapan Program Harmonisasi Sosial Budaya Ragam Etnis Sulawesi Selatan

9 Januari 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare — Tim pelaksana kegiatan Harmonisasi Sosial Budaya dalam Ragam Etnis Sulawesi Selatan menggelar rapat koordinasi pada Jumat, 9 Januari 2026. Rapat ini membahas tahapan awal hingga langkah strategis pelaksanaan kegiatan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai kearifan lokal dalam konteks pendidikan dan sosial budaya Sulawesi Selatan.

Di dalam rapat tersebut, sejumlah agenda penting dibahas, antara lain pembagian tugas tim, penyusunan referensi untuk buku, sembari menunggu kepastian pendanaan yang masih berstatus ongoing. Selain itu, muncul pula gagasan untuk membangun komunitas, yayasan, atau lembaga sebagai wadah keberlanjutan kegiatan ke depan.

Kepala UPT Bahasa IAIN Parepare, Hj. Nurhamdah, menekankan bahwa kegiatan ini harus disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya lokal. “Harmonisasi sosial budaya harus berjalan seiring dengan lini masa saat ini. Nilai-nilai kearifan lokal perlu dikemas secara relevan agar dapat dipahami dan diterima oleh generasi muda, khususnya melalui dunia pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, rapat juga membahas langkah-langkah teknis proposal, seperti penguatan pengumpulan data, pembentukan tim lapangan yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Bone, Gowa, dan Toraja, serta pelibatan tokoh masyarakat melalui diskusi kelompok terarah (FGD) sebagaimana yang telah direncanakan pada proposal.


Ketua Tim Kegiatan, Hasmiah Herawaty, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini tidak hanya pada riset budaya, tetapi juga pada pengembangan bahan ajar. “Kami ingin menghasilkan luaran yang konkret, salah satunya buku ajar IPS berbasis kearifan lokal. Karena itu, kami mulai dari membedah buku, memetakan nilai, hingga memilih satu objek penguatan karakter (OPK) yang relevan untuk dibahas,” jelasnya.

Rapat juga menekankan pentingnya penyusunan draft instrumen penelitian, pedoman wawancara, serta perumusan pertanyaan yang selaras dengan konteks bab dalam buku yang akan disusun. Analisis konteks buku menjadi perhatian utama agar unsur kearifan lokal tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi juga memberikan pengetahuan dasar yang substantif bagi peserta didik.

Sebagai penutup, tim menyepakati perlunya penyesuaian kurikulum dan pembaruan Surat Keputusan (SK) tim sebagai dasar formal pelaksanaan kegiatan. Melalui perencanaan yang matang ini, kegiatan Harmonisasi Sosial Budaya dalam Ragam Etnis Sulawesi Selatan diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam penguatan identitas budaya sekaligus mendukung pengembangan pendidikan berbasis lokal di Sulawesi Selatan.(Aw/Srh)

di dalam Berita
Prof. Andi Aderus Jadi Pendaftar Pertama Bakal Calon Rektor IAIN Parepare 2026–2030