Skip ke Konten

Miftahul Rahma, Melampaui Keterbatasan, Menjadi Sarjana PIAUD Berprestasi!

17 Februari 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare - Di tengah riuhnya prosesi wisuda IAIN Parepare, ada satu sosok yang mencuri perhatian dan mengundang decak kagum. Ia adalah Miftahul Rahma, mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) yang membuktikan bahwa keterbatasan  bukanlah penghalang untuk meraih gelar sarjana.

Secara fisik, Miftah tampil berbeda dari rekan-rekan sebayanya dengan postur tubuh yang lebih kecil. Secara akademis pun, ia harus berjuang lebih keras karena memiliki tingkat kognitif yang lebih rendah dari teman kelasnya. Kondisi ini sempat membuat pihak keluarga merasa skeptis. Tak ada satu pun anggota keluarganya yang menyangka bahwa Miftah akan mampu menapaki jenjang pendidikan tinggi, apalagi menyelesaikannya.

Namun, Miftah menolak untuk menyerah pada prediksi orang lain. Ia menutupi segala keterbatasannya dengan satu senjata utama, kepercayaan diri yang luar biasa.

Bagi Miftah, suara adalah kekuatannya. Di balik keterbatasan kognitifnya, ia memiliki kemampuan public speaking yang sangat mumpuni. Hal ini dibuktikannya dengan torehan prestasi yang membanggakan, yakni menyabet Juara 3 Tingkat Nasional Lomba Baca Puisi di UIN Alauddin Makassar. Miftah mampu menyentuh hati juri melalui bait-bait puisi yang ia bawakan dengan penuh penjiwaan.

"Bagi saya, percaya diri adalah jembatan paling kokoh untuk menyeberangi keraguan orang lain," ungkapnya.

Perjalanan akademis Miftah tidaklah instan. Ia menuntaskan masa studinya selama 9 semester. Menariknya, ia berhasil lulus melalui jalur artikel ilmiah, sebuah jalur alternatif skripsi yang menuntut fokus dan ketekunan tinggi. Keberhasilan ini menjadi jawaban telak atas keraguan yang selama ini menerpanya.

Kisah Miftahul Rahma adalah pengingat bagi kita semua bahwa IQ hanyalah angka, namun kerja keras adalah penentu hasil. Dukungan lingkungan sangat penting, namun keyakinan diri adalah mesin penggerak utama. Setiap individu memiliki panggungnya sendiri untuk bersinar.

Kini, Miftah telah resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd). Ia tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga membawa pesan harapan bagi mahasiswa lainnya bahwa keterbatasan hanyalah garis awal, bukan garis akhir dari sebuah impian.

Penulis: Irmawati

Editor: Mifda Hilmiyah

di dalam Berita
Mengenal Program Studi Manajemen Dakwah, Prospek Kerja dan Gajinya