Skip ke Konten

Optimalkan Persiapan Uji Kompetensi, IAIN Parepare Gelar Sosialisasi Teknis Pengajar Induksi PPG 2025

30 Desember 2025 oleh
Humas IAIN Parepare

Humas IAIN Parepare — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) IAIN Parepare menggelar Sosialisasi Pengajar Induksi bagi mahasiswa PPG Dalam Jabatan (Daljab) Batch 4 Tahun 2025, Minggu malam (28-12-2025), melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh tim pengajar terpilih yang akan mendampingi mahasiswa dalam menghadapi tahapan krusial, yakni try out dan Uji Pengetahuan (UP)

Sosialisasi ini menjadi penting karena merupakan pengalaman pertama bagi tim pengajar dalam menerapkan format induksi terbaru yang menekankan penguatan teknis dan substansi akademik berbasis digital.

Ketua Program Studi PPG IAIN Parepare, Abdul Khalik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pengajar yang bersedia menjalankan amanah berdasarkan keputusan LPTK. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan PPG menuntut kedisiplinan tinggi, baik dalam administrasi digital maupun ketepatan waktu pelaksanaan pembelajaran.

“Mengingat mahasiswa PPG merupakan guru aktif, jadwal pengajaran disepakati dilaksanakan pada malam hari agar tidak mengganggu tugas utama mereka di sekolah,” jelasnya.

Abdul Khalik juga menekankan pentingnya penguasaan platform digital, seperti Learning Management System (LMS) dan edLink, oleh para pengajar. Ia menegaskan bahwa komitmen penuh diperlukan agar seluruh tahapan akademik berjalan sesuai jadwal dan terdokumentasi dengan baik dalam sistem digital kementerian maupun institusi.

“Mulai besok malam, kegiatan induksi dan tryout akan berjalan secara serentak. Ini menuntut kesiapan teknis dan konsistensi pengajar,” tegasnya.

Dalam sesi teknis, narasumber Nurleli menjelaskan bahwa induksi difokuskan untuk membantu sekitar 500 mahasiswa PPG dari berbagai daerah di Indonesia dalam menjawab soal-soal Uji Pengetahuan. Ujian tersebut mencakup modul profesional, pedagogik, serta pengembangan perangkat pembelajaran.


Ia menambahkan bahwa tantangan utama UP tahun ini adalah dominasi soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), baik dalam bentuk pilihan ganda maupun uraian studi kasus reflektif. Mahasiswa harus menyelesaikan 60 soal pilihan ganda dalam waktu 120 menit serta lima soal uraian dalam waktu 30 menit.


“Artinya, satu soal uraian hanya dikerjakan dalam enam menit. Tanpa keterampilan mengetik cepat dan ketepatan analisis, ini bisa menjadi faktor ketidaklulusan,” ungkapnya.


Program induksi akan dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan melalui Zoom Cloud Meetings yang terintegrasi dengan LMS Kementerian Agama. Para pengajar diminta membedah kisi-kisi soal secara sistematis, mulai dari aspek Pedagogical Content Knowledge (PCK) hingga Situational Judgment Test (SJT).


Strategi pembelajaran dirancang bertahap pada setiap pertemuan agar mahasiswa memperoleh pemahaman komprehensif mengenai strategi menghadapi Uji Pengetahuan dengan target nilai minimum yang ditetapkan.


Kegiatan sosialisasi ditutup dengan diskusi teknis terkait penggunaan virtual background serta koordinasi melalui grup WhatsApp kelas. Melalui sosialisasi ini, tim pengajar diharapkan dapat bersinergi secara optimal untuk memastikan kelulusan mahasiswa PPG LPTK IAIN Parepare.


Upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar institusi dalam mencetak guru profesional, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di daerah masing-masing. (Irm/Tin)

di dalam Berita
Rektor IAIN Parepare Tutup Pelatihan Auditor AMI, Tekankan Peran Dosen Muda dalam Penguatan Mutu dan Akreditasi Prodi