Humas IAIN Parepare — Prof. Dr. Hj. Darmawati, M.Pd memaparkan visi, misi, dan arah strategis kepemimpinannya sebagai calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare masa jabatan 2026–2030 melalui Rapat Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Gedung Laboratorium Terpadu, Selasa (3/2/2026).
Dalam paparannya, Prof. Darmawati mengusung visi “Inovatif dalam Riset, Dedikatif dalam Pengajaran, dan Berdampak dalam Ruang Sosial-Kemasyarakatan” sebagai fondasi utama pembangunan IAIN Parepare lima tahun ke depan. Visi tersebut diarahkan untuk memperkuat keunggulan akademik sekaligus memastikan kehadiran institusi memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan sosial dan kebutuhan umat,” ujar Prof. Darmawati di hadapan pimpinan, anggota senat, dan sivitas akademika.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof. Darmawati merumuskan lima misi strategis pengembangan yang disinergikan dengan Asta Cita dan Asta Protas. Misi tersebut meliputi transformasi kelembagaan melalui percepatan alih status IAIN Parepare menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) pada tahun 2028, penguatan efisiensi tata kelola berbasis digital, peningkatan kemandirian dan kesejahteraan sivitas akademika, penguatan kemitraan strategis nasional dan internasional, serta peningkatan relevansi lulusan melalui penguasaan keahlian praktis dan literasi global.
Grand Strategy MALEBBI
Keseluruhan misi tersebut dirangkum dalam Grand Strategy bertajuk Sinergi MALEBBI, sebuah pendekatan kepemimpinan yang memadukan kekuatan internal dan dampak eksternal institusi. MALEBBI berakar pada kearifan lokal Bugis yang bermakna mulia, santun, dan bermartabat, yang kemudian diadaptasi dengan prinsip manajemen modern.
Pada aspek internal, MALEBBI menekankan penguatan tata kelola melalui Modern Administration, Agile and Adaptive Institution, serta Lean Execution untuk memastikan birokrasi yang efisien dan berorientasi hasil. Sementara pada aspek eksternal, strategi ini diarahkan pada penguatan reputasi dan kemandirian institusi melalui Excellent Governance, Bridge to Global, dan Beyond Institutional Independence.
Prof. Darmawati juga memaparkan peta jalan transformasi menuju alih status UIN Parepare. Tahun 2026 difokuskan pada penguatan Digital Command Center dan akselerasi sumber daya manusia. Tahun 2027 diarahkan pada pemenuhan seluruh persyaratan administratif dan akademik, yang dilanjutkan dengan alih status resmi menjadi UIN pada tahun 2028. Pada periode 2029–2030, institusi ditargetkan memperkuat reputasi global dan kemandirian finansial, dengan target seluruh program studi meraih predikat unggul secara sistematis.
Dalam paparannya, Prof. Darmawati menekankan pentingnya efisiensi dan digitalisasi melalui konsep Accreditation by Routine, di mana akreditasi diposisikan sebagai hasil otomatis dari tata kelola data yang tertib dan terintegrasi. Sistem ini memungkinkan pemantauan kinerja institusi secara real-time, meminimalkan koordinasi manual, serta memastikan dosen dapat fokus pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Penguatan SDM juga menjadi perhatian utama melalui akselerasi guru besar, peningkatan rekognisi publikasi bereputasi internasional, serta dukungan studi lanjut dan pengembangan profesional tenaga kependidikan. Dalam rangka meningkatkan daya saing global, IAIN Parepare diarahkan mengembangkan program Global Bridge, kemitraan aktif berbasis pertukaran nyata, serta kurikulum berbasis keterampilan melalui sertifikasi digital global.
Komitmen terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui pengembangan kampus hijau berbasis ekoteologi yang rahmatan lil alamin, serta pengabdian masyarakat yang berdampak melalui pendampingan pondok pesantren, masjid, dan majelis taklim.
Selain itu, Prof. Darmawati menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan dan transparansi melalui penerapan Good University Governance secara konsisten, sistem remunerasi yang adil dan berbasis kinerja, serta penguatan kemandirian finansial melalui optimalisasi aset dan kemitraan strategis dengan dunia industri.
Biodata singkat
Prof. Dr. Hj. Darmawati, M.Pd merupakan Guru Besar bidang Pendidikan Bahasa Arab pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. Lahir di Tange'e Desa Watang Cenrana Bone pada 3 Juli 1972, ia menempuh pendidikan tinggi mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral di UIN Alauddin Makassar dan Universitas Negeri Makassar, dengan latar keilmuan yang kuat di bidang pendidikan dan bahasa Arab.
Karier akademiknya di IAIN Parepare ditandai dengan berbagai amanah strategis, antara lain sebagai Sekretaris Pusat Studi Gender, Ketua Pusat Studi Gender, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Pascasarjana, hingga menjabat Direktur Pascasarjana IAIN Parepare. Selain aktif di lingkungan kampus, Prof. Darmawati juga berperan dalam berbagai organisasi keilmuan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan di tingkat daerah.
Sebagai akademisi, Prof. Darmawati aktif dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah bereputasi serta terlibat dalam pembinaan kelembagaan pendidikan dan pengabdian masyarakat. Dengan pengalaman kepemimpinan, rekam jejak akademik, dan keterlibatan sosial yang luas, ia dinilai memiliki kapasitas dan visi strategis dalam mendorong penguatan tata kelola, peningkatan mutu akademik, serta transformasi IAIN Parepare menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.
Editor : Suherman