Skip ke Konten

Rektor IAIN Parepare: Gelar Adat Kesultanan Buton Teguhkan Ketokohan Prof. Nasaruddin Umar

10 Januari 2026 oleh
Humas IAIN Parepare

Humas IAIN Parepare --- Rektor IAIN Parepare, Prof. Hannani, menilai penganugerahan gelar kehormatan adat Kesultanan Buton kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, sebagai peneguhan atas ketokohan Gurutta sebagai pemimpin agama sekaligus tokoh bangsa.

Menurut Prof. Hannani, pemberian gelar adat tersebut bukan sekadar seremoni budaya, melainkan bentuk penghormatan tertinggi adat Kesultanan Buton kepada sosok yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembinaan kehidupan keagamaan dan kebangsaan di Indonesia.

“Gelar adat Mia Ogena i Sara Agama memiliki makna mendalam. Ini adalah simbol pembesar negeri yang diberi amanah mengatur dan membina urusan keagamaan. Dalam konteks itu, saya menilai Gurutta Prof. Nasaruddin Umar sangat pantas dan layak menerimanya,” tegas Prof. Hannani saat dimintai tanggapannya, Sabtu (10/1/2026).

Penganugerahan gelar kehormatan adat Mia Ogena i Sara Agama dilakukan melalui keputusan musyawarah adat Kesultanan Buton yang ditandatangani oleh Sultan Buton Paduka Yang Mulia Drs. La Ode Muh. Kariu, dan dibacakan oleh Bontoogena Matanaeyo Maa Faizi Drs. H. Masri, M.Pd, di Baruga Masjid Agung Keraton Buton, Kamis, 8 Januari 2026. Dengan penganugerahan tersebut, Prof. Nasaruddin Umar resmi menjadi kerabat dan sesepuh Kesultanan Buton.


Prof. Hannani menambahkan, dedikasi Prof. Nasaruddin Umar selama ini terlihat nyata dalam upaya membangun kerukunan umat beragama dan persatuan bangsa, khususnya melalui kebijakan dan pendekatan humanis di Kementerian Agama.

“Beliau sangat konsisten mengampanyekan kehidupan yang rukun, harmonis, dan penuh cinta kasih antarumat beragama. Prinsip keadilan dan kesetaraan selalu beliau kedepankan, tanpa sekat agama, suku, maupun budaya,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti sikap inklusif Prof. Nasaruddin Umar yang kerap menegaskan bahwa Kementerian Agama bukan hanya milik satu agama, melainkan rumah bersama bagi seluruh umat beragama di Indonesia.

“Dimanapun beliau berbicara, Gurutta selalu menegaskan bahwa Kementerian Agama adalah milik semua agama. Ini menunjukkan kepemimpinan moral dan visi kebangsaan yang kuat,” lanjut Prof. Hannani.

Sementara itu, dalam sambutannya usai menerima gelar adat, Prof. Nasaruddin Umar mengaku penganugerahan tersebut berada di luar perkiraannya. Ia menyampaikan kerendahan hati dan rasa tanggung jawab atas amanah besar yang diberikan oleh Kesultanan Buton.

“Saya bertanya pada diri saya sendiri, apakah pantas menerima gelar yang begitu besar dan berat ini. Namun ini adalah harapan dan amanah dari Paduka Sultan Buton. Semoga menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik lagi bagi masyarakat dan umat Islam,” ujar Nasaruddin Umar.

Ia menambahkan, semakin besar amanah yang diemban seseorang, semakin besar pula tanggung jawab spiritual yang harus dijalani dengan keikhlasan dan ketulusan.

Penganugerahan gelar adat Kesultanan Buton kepada Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai figur pemersatu, ulama moderat, dan pemimpin bangsa yang menjembatani nilai keislaman, kebudayaan, dan kebhinekaan Indonesia.




Editor : Suherman

di dalam Berita
Persiapkan Mahasiswa Batch 4, PPG IAIN Parepare Gelar Tryout CBT