Humas IAIN Parepare- Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia), Rektor IAIN Parepare tampil sebagai pembicara dengan tema “ Saat Jabatan Menjadi Ujian Iman: Perspektif Islam terhadap Praktik Korupsi ”. Kegiatan ini digelar di Ruang Pola Kantor Wali Kota Parepare pada, Selasa (23/12/2025).
Acara tersebut diselenggarakan oleh Inspektorat Daerah Kota Parepare dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kapolres Parepare dan Kepala Kejaksaan Negeri Parepare. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta tamu undangan lainnya.
Dalam pemaparannya, Rektor IAIN Parepare menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, manusia sejak penciptaannya telah diberi amanah sebagai khalifah di muka bumi. Amanah tersebut, menurutnya, bermakna bahwa setiap manusia pada hakikatnya adalah “pejabat” yang memiliki tanggung jawab moral dan spiritual. “Tujuan penciptaan manusia sebagai khalifah adalah untuk membawa kemakmuran di muka bumi. Maka sejatinya, tujuan seseorang yang memegang jabatan juga harus bermuara pada upaya menghadirkan kemakmuran dan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengutip ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad saw. yang menegaskan bahwa amanah atau jabatan kelak dapat menjadi sumber penyesalan di hari kemudian apabila tidak dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kejujuran. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar jabatan yang diemban tidak menjadi beban yang menimbulkan rasa waswas, apalagi menyeret pemangkunya pada praktik korupsi. “Jabatan bukanlah kemuliaan yang bebas konsekuensi, melainkan amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
Menutup materi, Rektor IAIN Parepare membagikan hasil refleksi dari pengamatannya terhadap lima keluarga yang ia teliti. Ia menyampaikan bahwa salah satu kunci keberhasilan anak-anak dalam keluarga tersebut adalah komitmen orang tua untuk menjauhi segala bentuk yang haram, baik dalam penghasilan maupun dalam perilaku. “Keberkahan hidup, termasuk kesuksesan anak-anak, sangat erat kaitannya dengan bagaimana orang tua menjaga diri dari yang haram,” tutupnya.
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini diharapkan menjadi momentum penguatan integritas dan nilai-nilai kejujuran, khususnya bagi para pejabat dan aparatur negara, agar jabatan benar-benar menjadi sarana ibadah dan pelayanan, bukan jalan menuju kehancuran moral. (tsr/mif)