Skip ke Konten

Rektor Incumbent Prof. Hannani Paparkan Visi Keberlanjutan Sebagai Calon Rektor IAIN Parepare 2026-2030

3 Februari 2026 oleh
Humas IAIN Parepare

Humas IAIN Parepare — Prof. Dr. Hannani, M.Ag., Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare saat ini, memaparkan visi, misi, dan program strategis sebagai bakal calon Rektor IAIN Parepare masa bakti 2026–2030 dalam pemaparan visi–misi di hadapan Senat dan sivitas akademika IAIN Parepare yang berlangsung di Ballroom Gedung Laboratorium Terpadu, Senin (3/2/2026).

Dalam pemaparannya, Prof. Hannani menegaskan bahwa arah kepemimpinan periode 2026–2030 dirancang dalam kerangka keberlanjutan program (sustainability) atas capaian dan fondasi kelembagaan yang telah dibangun selama masa kepemimpinannya sebagai rektor. Pendekatan keberlanjutan tersebut dipandang penting untuk memastikan konsistensi mutu, stabilitas tata kelola, serta akselerasi transformasi IAIN Parepare menuju Universitas Islam Negeri.

Visi yang diusung adalah “Terwujudnya Perguruan Tinggi Rujukan Internasional dalam Pengembangan Kajian Akulturasi Budaya dan Islam untuk Mewujudkan Masyarakat yang Rukun, Maslahat, dan Cerdas menuju Indonesia Emas 2045.” Visi ini sekaligus menegaskan orientasi jangka menengah transformasi kelembagaan menuju Universitas Islam Negeri yang berdaya saing regional Asia Tenggara pada tahun 2030 .

 

Sebagai fondasi kebijakan, Prof. Hannani memaparkan tujuh pilar kebijakan (7T) yang selama ini menjadi roh pengelolaan institusi, meliputi tafaqquh (kecendekiaan), tawazun (proporsionalitas), tawassuth (moderasi), tasamuh (penghargaan), ta’awun (kolaborasi), tathawwur (pengembangan progresif), dan tamaddun (orientasi global). Pilar-pilar tersebut diarahkan untuk menjaga karakter kampus yang moderat, inovatif, dan unggul di tengah dinamika perubahan pendidikan tinggi .

 

Dalam bidang pendidikan, Prof. Hannani menekankan keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan keislaman yang integratif dengan sains dan budaya. Implementasi mutu terus diperkuat melalui penerapan Good University Governance, penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dengan siklus PPEP, serta pengembangan kurikulum OBE dan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka secara progresif.

 

Sejumlah capaian strategis turut disampaikan, antara lain peningkatan jumlah program studi terakreditasi unggul meningkat signifikan, melebihi yang ditargetkan, penguatan sistem pembelajaran hybrid dan digital, serta pengembangan suasana akademik yang semakin kompetitif dan inklusif .

Pada bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat, Prof. Hannani menegaskan pentingnya kesinambungan kebijakan penelitian strategis yang menjawab persoalan keagamaan dan kemasyarakatan. Capaian yang telah diraih antara lain peningkatan peringkat dan kinerja publikasi ilmiah terindeks SINTA, penguatan penelitian interdisipliner, serta pengembangan pengabdian masyarakat yang berbasis riset dan berdampak langsung bagi masyarakat .

 

Dalam pemaparannya, Prof. Hannani juga menyoroti capaian signifikan di bidang sumber daya manusia. Selama masa kepemimpinannya, terjadi peningkatan jumlah guru besar dan dosen bergelar doktor (S3) yang menjadi modal utama penguatan mutu akademik dan riset institusi. Program akselerasi guru besar dan peningkatan kualifikasi dosen S3 dirancang untuk terus berlanjut pada periode 2026–2030 sebagai bagian dari strategi jangka panjang peningkatan daya saing perguruan tinggi .

 

Sebagai rektor incumbent, Prof. Hannani menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penguatan tata kelola universitas yang profesional, transparan, dan akuntabel. Transformasi kelembagaan menuju Universitas Islam Negeri diproyeksikan melalui penguatan tata kelola keuangan, pengembangan sarana dan prasarana, sistem informasi terintegrasi, serta optimalisasi kemitraan regional, nasional, dan internasional.

 

Pemaparan visi–misi ini menegaskan posisi Prof. Hannani sebagai calon rektor dengan pendekatan keberlanjutan berbasis capaian, sekaligus menjadi bagian penting dari proses penjaringan bakal calon Rektor IAIN Parepare untuk memastikan kesinambungan arah kebijakan, stabilitas institusi, dan akselerasi transformasi kelembagaan lima tahun ke depan.

Biodata Singkat

Prof. Dr. Hannani, M.Ag. lahir di Pangkajene, 18 Mei 1972. Saat ini menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare periode 2022–sekarang. Ia berstatus sebagai dosen PNS dengan pangkat Pembina Tingkat I (IV/b) dan jabatan fungsional Lektor Kepala.

Pendidikan formal ditempuh secara berjenjang di UIN Alauddin Makassar, mulai dari Sarjana Sastra Arab, Magister Dirasat Islamiyah, hingga meraih gelar Doktor Dirasat Islamiyah pada jenjang pascasarjana. Dalam perjalanan kariernya, Prof. Hannani pernah mengemban amanah sebagai Pembantu Ketua III STAIN Parepare sebelum akhirnya dipercaya memimpin IAIN Parepare sebagai rektor.

Selain aktif dalam kepemimpinan institusi, Prof. Hannani juga produktif dalam bidang akademik dengan sejumlah penelitian dan publikasi ilmiah pada jurnal nasional dan internasional, khususnya dalam kajian keislaman, moderasi beragama, serta relasi Islam, budaya, dan masyarakat. Pengalaman akademik dan manajerial tersebut menjadi modal utama dalam mengawal keberlanjutan dan penguatan transformasi IAIN Parepare ke depan.

 

 

 

Editor : Suherman

di dalam Berita
Guru Besar UIN Alauddin Makassar, Prof. Andi Aderus Paparkan Visi dan Misi Sebagai Calon Rektor IAIN Parepare 2026–2030