Humas IAIN Parepare--- Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (FAKSHI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare sukses menyelenggarakan kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Mengangkat tema besar "Wadah Aspirasi untuk Mahasiswa FAKSHI Menuju Rekonstruksi". Forum krusial ini didesain sebagai ruang dialog terbuka demi membawa perubahan struktural dan kultural yang lebih baik di lingkungan fakultas. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2026 di gedung fakultas syariah dan ilmu hukum Islam IAIN Parepare. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan frekuensi antara pihak birokrasi fakultas dan seluruh elemen lembaga kemahasiswaan.
Acara yang berlangsung khidmat dan dinamis ini mendapatkan atensi besar dari ranah sirkulasi kepengurusan pusat kampus. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Senat Mahasiswa (SEMA) IAIN Parepare dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Parepare. Kehadiran para pimpinan tertinggi organisasi mahasiswa tingkat institut tersebut menegaskan bahwa isu-isu rekonstruksi yang dibawa oleh FAKSHI memiliki nilai strategis yang sejalan dengan arah gerak pembangunan kemahasiswaan di tingkat institut.
Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare dalam hal ini Prof. Dr. Rahmawati. M.Ag hadir secara langsung untuk memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif progresif ini. Dalam kesempatan tersebut, Dekan FAKSHI Prof. Rahmawati menyampaikan sambutan hangat di dalam sambutannya. Ia berharap dengan adanya forum RDP ini tentu bisa menjadi bahan evaluasi bagi sivitas akademika di lingkup fakultas syariah dan ilmu hukum Islam untuk menjadi lebih baik kedepannya juga sekaligus membuka kegiatan RDP secara resmi. Kehadiran pihak dekan di tengah-tengah mahasiswa ini mencerminkan komitmen keterbukaan birokrasi dalam menyerap setiap evaluasi, kritik, serta masukan konstruktif demi kemajuan mutu akademik dan kelembagaan.
Tidak sekadar membuka jalannya forum, Dekan FAKSHI juga bertindak sebagai pemantik diskusi utama. Dalam penyampaian materi pemantiknya. Ia mengupas tuntas dinamika, tantangan, serta peta jalan mengenai kefakultasan ke depan. Dekan menekankan pentingnya pemahaman regulasi kampus dan penguatan identitas mahasiswa syariah dan hukum dalam menjawab tantangan zaman yang kemudian memicu daya kritis para peserta RDP untuk berdiskusi lebih dalam.
Ketua SEMA FAKSHI IAIN Parepare Muh Adi Firmansyah mengatakan RDP ini merupakan wadah kita untuk merefleksi apa yang kemudian kita lewati selama ini saat berada di FAKSHI tentu ada banyak hal yang kemudian perlu kita evaluasi di lingkup fakultas kita dan ia berharap dengan dihadirkan nya forum ini kita bisa bersama-sama meneropong arah gerak dari fakultas kita kedepannya untuk menjadi lebih baik serta berusaha untuk memperjuangkan hak hak dari mahasiswa Fakultas Syari'ah dan ilmu hukum islam IAIN Parepare.
Forum dialog ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FAKSHI beserta jajaran pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) yang berada di bawah naungan fakultas. Kehadiran kolektif dari barisan organisasi internal fakultas ini memperkuat legitimasi forum sebagai representasi utuh dari ribuan mahasiswa FAKSHI. Mereka datang dengan membawa tumpukan catatan, evaluasi objektif, dan harapan besar dari tiap-tiap mahasiswa di program studi.
Sepanjang jalannya rapat, perwakilan dari DEMA FAKSHI dan teman-teman pengurus HMPS secara bergantian menyampaikan poin-poin aspirasi mereka secara lugas. Salah satu fokus utama yang disuarakan adalah aspirasi kelembagaan. Isu seputar transparansi birokrasi, tata kelola administrasi organisasi, serta dukungan sarana prasarana untuk menunjang eksistensi lembaga kemahasiswaan menjadi topik hangat yang didiskusikan secara sehat dengan pihak pimpinan fakultas.
Selain urusan internal organisasi, aspek kemahasiswaan umum juga tidak luput dari pembahasan dalam RDP ini. Para pengurus lembaga dengan lantang menyuarakan berbagai keluhan riil mahasiswa, mulai dari kualitas fasilitas perkuliahan, aksesibilitas layanan akademik, hingga ruang ekspresi minat dan bakat. Semua penyampaian aspirasi didasarkan pada kondisi di lapangan, menjadikan jalannya dengar pendapat berlangsung sangat substansial dan jauh dari sekadar retorika belaka.
Keberhasilan penyelenggaraan RDP ini menjadi bukti nyata bahwa ruang dialektika yang sehat adalah kunci utama dalam menyelesaikan tantangan internal kampus. Kini, bola eksistensi dan perubahan berada di tangan seluruh elemen FAKSHI IAIN Parepare untuk membuktikan bahwa komitmen yang telah disepakati bersama mampu diimplementasikan secara nyata demi kemaslahatan mahasiswa dan kemajuan institusi.
Kontributor : Arfiah Bakhtiar | Editor : Hayana