Humas IAIN Parepare --- Prof. Dr. Hannani sekalu Rektor IAIN Parepare secara resmi membuka perkuliahan semester genap Tahun Akademik 2025/2026 di gedung Auditorium, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta ribuan mahasiswa sebagai penanda dimulainya kembali aktivitas akademik di lingkungan kampus.
Pembukaan kuliah merupakan agenda seremonial yang dilaksakan setiap awal semester sebagai pertanda dimulainya kembali proses perkuliahan. Pembukaan kuliah kali ini dimaknai sebagai momentum penguatan arah transformasi institusi menuju kampus yang lebih adaptif dan berdampak bagi masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan rektor saat memberikan sambutan. Rektor menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut untuk melampaui fungsi konvensional sebagai pusat pembelajaran di ruang kelas.
Menurutnya, institusi pendidikan tinggi harus mampu menghadirkan kontribusi nyata melalui riset, inovasi, serta pengabdian yang solutif terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Karena itu, IAIN Parepare mulai mengarusutamakan konsep Kampus Berdampak sebagai orientasi strategis pengembangan tridarma perguruan tinggi.
Transformasi tersebut, lanjutnya, tetap berpijak pada nilai-nilai dasar institusi yang dirumuskan dalam Panca Cinta dan semangat Moderasi Beragama. Nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi moral dalam membangun ekosistem akademik yang inklusif, kolaboratif, dan berintegritas di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Dalam konteks pembelajaran abad ke-21, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kompetensi esensial yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Selain itu, penguatan karakter seperti adaptabilitas, kepemimpinan, inisiatif, dan kepedulian sosial budaya menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Pada sektor penelitian, IAIN Parepare mengarahkan pengembangan riset berbasis ekoteologi dan kearifan lokal sebagai pendekatan integratif antara nilai spiritualitas dan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi masyarakat.
Rektor juga menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti pada publikasi akademik semata, melainkan dapat diimplementasikan dalam bentuk kebijakan, teknologi terapan, maupun program pemberdayaan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu mahasiswa yang hadir, Rahmat (semester IV), mengaku antusias mengikuti pembukaan semester kali ini meskipun perkuliahan bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Ia menyampaikan bahwa menjalani proses akademik di tengah ibadah puasa justru menjadi motivasi tambahan untuk tetap produktif dan disiplin.
“Saya merasa senang bisa kembali mengikuti proses perkuliahan meskipun sedang menjalani puasa Ramadan. Arahan Rektor tadi menurut saya sangat memotivasi, karena tidak hanya berbicara tentang akademik, tetapi juga memberi nasihat tentang pentingnya karakter dan kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kontributor : Tasrif
Editor : Suherman