Humas IAIN Parepare – Kepala UPT Bahasa IAIN Parepare, Hj. Nurhamdah, M.Pd., mengikuti kegiatan Rapat Kerja (Raker) Konsorsium Pusat Bahasa PTKIN (KPB PTKI) yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 15 sampai 17 April 2026, bertempat di Best Western Plus Makassar.
Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pengelola pusat bahasa di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dalam memperkuat sinergi, menyusun program bersama, serta membuka peluang kerja sama di bidang kebahasaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Pada hari pertama, kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum KPB PTKI, Dr. Muhammad Budiono, M.Pd.I. Pembukaan ini menjadi momentum awal dalam memperkuat sinergi antar pusat bahasa PTKIN.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai agenda strategis, di antaranya finalisasi instrumen tes kompetensi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris KPB PTKI, workshp, serta sharing best practice layanan kebahasaan yang disampaikan oleh Kustiwan Syarief, Ph.D.

Pada hari yang sama, peserta juga mendapatkan arahan dari Kapuspenma Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Bashori, M.Ag., yang membahas peluang kerja sama antara Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Puspenma) dengan KPB PTKI.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terbuka terkait peluang kerja sama antara pusat bahasa dan KPB PTKI, termasuk peluang kolaborasi luar negeri. Pada sesi akhir, dibahas rencana tindak lanjut sebagai bentuk konkret dari peluang kerja sama yang telah diidentifikasi.
Pada hari ketiga, Jumat (17/4/2026), kegiatan ditutup melalui rapat pleno yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum KPB PTKI, Dr. Muhammad Budiono, M.Pd.I., sekaligus penutupan resmi kegiatan raker.
Kepala UPT Bahasa IAIN Parepare, Hj. Nurhamdah, M.Pd., menyampaikan keikutsertaannya dalam kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru, khususnya terkait pengembangan layanan kebahasaan dan peluang kolaborasi antar lembaga.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memperluas wawasan dan jejaring kerja sama antar pusat bahasa PTKIN. Banyak hal yang dapat kami adopsi, terutama terkait penguatan instrumen tes bahasa dan pengembangan layanan kebahasaan yang lebih profesional,” ungkap Hj. Nurhamdah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hasil dari kegiatan ini akan ditindaklanjuti melalui penguatan program di UPT Bahasa IAIN Parepare, khususnya dalam mendukung kesiapan mahasiswa meraih beasiswa.
“Kami akan menindaklanjuti hasil raker ini dengan memperkuat program persiapan skor bahasa bagi mahasiswa, khususnya dalam mendukung peluang meraih Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Harapannya, semakin banyak mahasiswa IAIN Parepare yang mampu bersaing dan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya.
Melalui partisipasi dalam Raker KPB PTKI ini, UPT Bahasa IAIN Parepare diharapkan semakin mampu meningkatkan kualitas layanan kebahasaan serta memperluas jaringan kerja sama yang berdampak pada peningkatan daya saing mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis : Amelia Wulandari
Editor: Hayana