Skip ke Konten

Wakil Rektor II IAIN Parepare Tekankan Ramadan sebagai Kurikulum Takwa

26 Februari 2026 oleh
Humas IAIN Parepare
Humas IAIN Parepare-* Ibarat menempuh pendidikan di bangku kuliah, bulan suci Ramadan hadir dengan kurikulum langit yang dirancang untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Di hadapan jamaah Masjid Al-Wasilah, Wakil Rektor II IAIN Parepare, Firman, membedah konsep "Kurikulum Takwa" sebagai orientasi utama puasa, Rabu (26/02/2026).

Dalam tausiyahnya, Firman mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum evaluasi diri. Ia mengibaratkan puasa sebagai sebuah kurikulum yang memiliki tujuan dan capaian pembelajaran. Menurutnya, sebagaimana dalam dunia pendidikan dikenal konsep Outcome Based Education (OBE), puasa juga memiliki outcome yang jelas, yakni membentuk pribadi yang bertakwa.

“Kalau dalam kurikulum ada capaian pembelajaran, maka puasa juga punya indikator. Jangan sampai yang kita peroleh hanya lapar dan haus,” ujarnya di hadapan jamaah Mesjid Al-Wasilah.

Ia menekankan bahwa takwa memiliki indikator yang nyata, di antaranya gemar bersedekah dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah dan memaafkan, senantiasa berzikir dalam berbagai keadaan, serta merasa selalu diawasi oleh Allah dalam setiap perbuatan.

Firman juga menyoroti fenomena meningkatnya konsumsi dan pemborosan selama Ramadan. Menurutnya, bulan suci seharusnya menjadi momentum efisiensi dan kepedulian sosial, bukan sebaliknya.


Ia memberikan ilustrasi sederhana tentang potensi sedekah kolektif. Jika setiap orang menyisihkan Rp10 ribu per hari selama Ramadan, maka dalam sebulan terkumpul Rp300 ribu per orang. “Bayangkan kalau ratusan atau ribuan orang melakukan hal yang sama, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut berbagi pengalaman pribadi memelihara empat anak yatim piatu sebagai bentuk implementasi nilai kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa memelihara dan membina anak yatim merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Selain itu, Firman mengajak jamaah untuk memperbaiki sudut pandang dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, bahkan hal-hal sederhana seperti membersihkan masjid, memungut sampah, hingga menutup lubang jalan demi keselamatan orang lain dapat bernilai sedekah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas.

“Kita perlu melakukan evaluasi diri. Apakah puasa kita sudah berdampak pada perubahan karakter dan peningkatan ketakwaan,” tuturnya.

Mengakhiri kultumnya, Firman mengajak seluruh civitas academica IAIN Parepare memanfaatkan sisa Ramadan untuk memperbanyak introspeksi dan memperkuat kualitas ibadah, agar Ramadan benar-benar menjadi proses pembentukan karakter yang membawa dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Nur Aeny

Editor: Mifda Hilmiyah

di dalam Berita
Ismail Cawidu Paparkan Pentingnya Keterbukaan Informasi dan Perlindungan Data di IAIN Parepare